SORONG, Suaratanahpapua.Sbs — Yusup Sorry, warga kampung Sori, distrik Aifat Selatan, kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya, dikabarkan ditangkap anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI), Minggu (22/3/2026).
Salah satu warga sipil itu ditahan pasca insiden kontak tembak antara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang mengakibatkan 2 anggota TNI AL meninggal dunia dan satunya luka-luka.
Ditangkap aparat TNI yang bertugas di wilayah Aifat Selatan, Yusup Sorry menurut keluarganya, ditahan di Pos Kanaan, kampung Sori.
Pihak keluarga bersama tokoh adat, masyarakat dan pemerintah kampung Sori kaget dengan sebuah video yang viral di media sosial. Mereka minta bantuan para pemerhati dan pegiat Hak Azasi Manusia (HAM) untuk mengadvokasi kasus penangkapan Yusup Sorry.
“Atas nama pemerintah, tokoh dan masyarakat kampung Sori, saya minta DPD, MRP dan lembaga terkait lainnya untuk membantu kami masyarakat kampung Sori agar menyelesaikan kasus penangkapan terhadap satu masyarakat yang ditangkap oleh tentara,” kata Yoram Yaam, salah satu tokoh masyarakat kampung Sori, Senin (23/3/2026).
Yoram menjelaskan, penangkapan itu terjadi usai kontak tembak di kampung Sori.
“Kemarin terjadi baku tembak, dan setelah itu ada satu warga kami ditangkap,” jelasnya.
*****************
Suaratanahpapua.Sbs adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media kami hadir untuk menjadi bagian dari rakyat, juga media yang hadir untuk mengubah sedikit rumitnya persoalan di Tanah Papua. Dukung kami melalui donasi Anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
Sementara itu, beredar di berbagai platform media sosial, sebuah video berdurasi 47 detik yang memperlihatkan Yusup Sorry memakai baju kaos berwana hijau, celana pendek coklat, diikat di sebatang pohon dan dikerumuni sejumlah anggota TNI.
Dari video tersebut, diduga Yusup Sorry dianiaya dan disiksa dengan menggunakan tank saat diinterogasi. Alhasil, video yang kini viral lantaran adanya kekerasan, mendapatkan berbagai kecaman dari warganet.
Pria kelahiran 6 Juni 2026 itu ditahan sejak kemarin.
Informasi terakhir yang dihimpun Suara Papua, Yusup Sorry telah dilepaskan dan kembali ke keluarganya, Senin (23/3/2026) sekitar Pukul 17.00 WIT. []













