Rilis PersTNI/PolriTPNPBYahukimo

TPNPB Beberkan Kerugian Akibat Serangan TNI/Polri, Termasuk Korban Warga Sipil

1
×

TPNPB Beberkan Kerugian Akibat Serangan TNI/Polri, Termasuk Korban Warga Sipil

Share this article
TPNPB Beberkan Kerugian Akibat Serangan TNI/Polri, Termasuk Korban Warga Sipil

JAYAPURA, Suaratanahpapua.Sbs – – – TPNPB membeberkan kerugian akibat serangan militer Indonesia atau TNI/Polri di markas Batalyon Yallenang, Batalyon Sisibia dan Batalyon HSSB pada Sabtu (12/12/2025) sekitar pukul 5 pagi, waktu Papua. 

TPNPB dalam siaran pers yang diterima Suaratanahpapua.Sbs di Jayapura, Kamis (18/12/2025) menyebutkan kerugian yang terjadi di Batalyon Yallenang, Batalyon Sisibia dan Batalyon HSSB.

Kerugian batalyon Yallenang

  • Senjata pistol 2 buah
  • Peluru/amunisi 8 butir
  • Rupiah Rp 12 juta
  • Tas dua buah
  • Pisau sangkur 1 buah
  • Hp 2 buah
  • HT 2 buah
  • Motor 4 buah kasi terbakar
  • Babi 2 ekor
  • Kerusakan 8 rumah milik warga yang sedang mengungsi ke kota

“Kerugian pasukan TPNPB kosong,” demikian laporan TPNPB.

TPNPB juga melaporkan bahwa TNI/Polri juga memasang granat di lima lokasi, diantaranya, dua dalam rumah, satu di mata jalan menuju rumah, satu dipasang dalam garasi motor, dan satu lainnya ditaruh di babi.

“Kamera drone pantau terus-menerus,” lanjut laporan tersebut.

Kerugian Batalyon HSSB 

  • Babi 1 ekor ditembak oleh TNI
  • Kelinci 2 ekor di tembak oleh TNI
  • Tujuh rumah warga sipil dibongkar rata

Kerugian Batalyon Sisibia

  • Satu pasukan kena peluru di kaki/paha bagian kanan dan masih hidup atau bernapas
  • Motor 1 buah dibakar
  • 10 rumah warga dibongkar rata
  • Kelinci 4 ekor ditembak
  • Bebek ayam 3 ekor

TPNPB Kodap XVI Yahukimo membenarkan bahwa TNI/Polri telah menggerebek tempat tinggal sementara TPNPB.

“Sedangkan markas TPNPB Kodap XVI Yahukimo belum digrebek. Masih ada. Kami TPNPB juga mengakui hari ini bahwa serangan yang dilakukan oleh TNI adalah tidak menggunakan amunisi atau peluru biasa. Namun menggunakan bom, granat, bazooka dan augar,” demikian laporan TPNPB.

TPNPB juga melaporkan bahwa TNI/Polri melakukan penyerangan secara membabi buta.

“Contoh dan faktanya tembak binatang seperti babi, ayam kelinci dan bebek, lalu motor dibakar rumah warga membombardir sampai rata tanah,” kata laporan tersebut.

“Hal ini TPNPB sampaikan bahwa dalam penyerangan tersebut tidak ada korban jiwa dari anggota TPNPB Kodap XVI Yahukimo,” demikian laporan TPNPB.

TPNPB menegaskan bahwa TNI/Polri justru salah sasaran, karena menyasar warga sipil dan binatang piaraan warga, serta barang-barang seperti motor.

“Anda TNI latihan bertahun-tahun tetapi Anda tidak tau aturan jadi Anda layak mendapatkan malu di muka negara NKRI,” tegas TPNPB.

TPNPB mengklaim bahwa 4 bom yang dipasang TNI berhasil dijinakkan.

TPNPB Yahukimo kemudian mengeluarkan pernyataan:

1. Jika TNI/Polri militer Indonesia menyerang kami TPNPB seranglah pada markas kami, jangan pada lokasi atau kompleks warga sipil.

2. Kami minta jika melakukan penyerangan tidak membongkar rumah warga, tidak membakar kendaraan milik warga, tidak menembak binatang milik warga

3. TPNPB vs TNI adalah kombatan lawan kombatan jadi jangan ganggu rakyat atau warga sipil. []